Time Flies – Hargai Waktu dan Belajar Hal Baru

Tahun 2018 ini buat saya tahun yang hectic. Di tahun ini kedua anak saya harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Ujian Nasional. Si Adik ikut Ujian Nasional SD sedangkan Kakak ikut Ujian Nasional SMA beserta beberapa ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Persiapan ujian sudah dilakukan dari tahun sebelumnya, salah satunya mereka ikut pendalaman materi di sekolah. Sebagai orang tua yang dapat saya lakukan adalah memberi semangat keduanya agar selalu fokus. Stress pasti ya. Anaknya stress, ibunya nggak boleh ikutan stress biar nggak tambah nular ke anaknya. Kalaupun ibunya ikutan stress harus ditahan supaya tidak kelihatan anak-anak.

Terus terang saya menghadapi tantangan yang besar ketika si kakak tidak fokus untuk mempersiapkan ujian akhir dan ujian masuk perguruan tinggi. Wah kalau diceritain bisa panjang kali lebar. Beberapa kali saya sempat dipanggil ke sekolah untuk urusan kakak. Membangkitkan semangat dan motivasi yang turun naik sungguh suatu pengalaman yang luar biasa buat saya. Kakak memang jadi laboratorium hidup saya. Apapun yang terjadi padanya adalah pengalaman pertama saya sebagai orang tua, dari baru lahir, bayi dan sampai sebesar ini. Dan kalau mau jujur, ini semua menguras tenaga dan emosi.

Kalau Si Adik lain lagi. Dia cukup rajin belajar dan beberapa Try-Out Test dapat dia lalui dengan baik, setidaknya dari nilai yang dia dapat menurut saya cukuplah. Tapi karena banyaknya Try-Out Test yang diadakan oleh sekolah, kelurahan, kecamatan dan kota membuat dia overload. Sampai dia bilang, kenapa nggak sekarang aja sih UN nya ? Sudah cape sama Try-Out ! Duh, saya harap UN bukan antiklimaks buat dia.

Menjaga semangat dan fokus biasanya bukan cuma membuat mereka supaya tetap mau mempersiapkan diri dengan belajar, tapi perlu juga diselingi dengan nonton film di bioskop, makan-makan, atau sekedar jalan-jalan di mall. Ada tambahan lagi dari anak-anak, setelah belajar mereka bisa main games di gadget masing-masing. Saya memang tidak terlalu ketat soal belajar, sebenarnya. Main dan belajar harus seimbang, biar hidup juga jadi seimbang. Kalau belajar terus ya bisa jenuh. Yang paling sering sih waktu bersantai kami habiskan di rumah. Saya membuat masakan apa saja yang enak-enak, lalu kami nonton film hasil download. Asik , kan … murah, meriah dan santaii …

 


Kencan Malam Minggu Bersama Saudara-saudara

 


Jalan-jalan Cari Oksigen Baru

 


Alhamdulilah Tahun Ini Bisa ke Tanah Suci Sekeluarga

 

Dengan segala upaya yang kadang saya pikir kakak belum maksimal berusaha, karena kalau dihitung-hitung waktunya lebih banyak dipakai di tempat lain daripada di tempat les, dia diterima di Universitas Negeri di jurusan pilihannya. Alhamdulilah. Sepertinya, selain usaha, doa dari orang tua selalu memberi jalan apapun yang terbaik buat anaknya. Dan doa-doa saya juga saya teruskan semoga dia bisa survive di tempat belajar yang baru dan bisa sukses. Sementara Si Adik, dia meneruskan SMP di Yayasan yang sama dengan SD-nya. Apapun yang terbaik saat ini buat anak-anak, semoga menjadi jalan untuk kehidupan mereka yang lebih baik di masa yang akan datang.

Time flies dan sekarang sudah bulan Oktober. Urusan anak-anak setidaknya sudah calm-down, berganti dengan urusan kantor. Beberapa proposal yang saya buat belum juga menghasilkan order sementara jadual meeting juga lumayan ketat. Nggak tahu deh sudah berapa banyak proposal yang saya buat dan meeting-meeting yang terus berlanjut.

Sesungguhnya, dengan banyak kegiatan membuat badan rasanya ngilu. Masuk anginlah, batuk pilek lah … macam-macam aja, ya. Untungnya nafsu makan tetap terjaga, malah sering berlebih. Lemak-lemak yang kemarin luruh setelah saya diet Mayo , eh muncul kembali. Nah jadinya badan lemas, tapi berat badan malah bertambah. Ditambah lagi persendian kaki kiri saya kadang-kadang nyeri. Takut deh kalo ternyata pengapuran atau kekurangan minyak sendi. Tapi memang diperlukan semacam alarm supaya kita sadar apakah gaya hidup sehat yang selama ini saya usahakan masih terjaga, atau sudah terdistorsi.

Gaya hidup sehat sebenarnya gampang-gampang saja kalau memang niat. Rajin olah raga, makan makanan sehat dan bergizi, bangun pagi, jangan tidur telalu malam, mudah kan ? Tinggal menjalankannya saja seperti menggeser gajah lagi duduk. Syusaaah …

Tapi saya punya tips buat yang berat banget memulai olah raga. Cobalah buat kelompok senam ibu-ibu seperti yang saya lakukan sekarang. Panggil guru senam, ada uang iuran supaya lebih mengikat dan nggak kabur-kaburan. Biasanya dengan membuat kelompok begini kita bisa saling kasih semangat. Rasanya sayang kalau tidak datang latihan senam karena selain senam kita juga bisa up-date informasi di komplek. Ini penting buat saya yang kerja kantoran yang jarang bertemu tetangga.

Tips satu lagi, coba ajakin suami buat temani kita olah raga, misalkan rutin lari mengitari Stadion Bung Karno Senayan setelah pulang kerja. Ini buat yang di Jakarta, ya. Kalau tempat lain pasti ada juga tempatnya. Btw, sekarang Stadion Bung Karno tambah cantik lho kalau malam. Semoga kegiatan saya yang ini bisa istiqomah, demi hidup sehat yang berkualitas.

 


Foto Dulu Baru Lari

 

Sebelum rutin senam, saya sering masuk angin. Apalagi obatnya kalau bukan kerokan, balurin tubuh dengan minyak kayu putih, benar-benar berasa uzur. Kalau saya perhatikan, masuk angin itu selain capai, tidur malam, kena angin malam, bisa karena seluruh anggota tubuh kita jarang digerakkan. Juga kalau kita mengalami tulang ngilu atau radang sendi bisa jadi olah raganya kurang. Katanya sih kalau radang sendi bisa diobati dengan herbal temulawak yang mengandung kurkumin hingga 100mg fenibutazon, yang efektif mengurangi resiko dan mengobati radang sendi.

Tapi pada tau kan bentuk temulawak seperti apa ? Itu gambarnya di foto di bawah ini. Mirip kunyit karena berwarna kuning tapi bonggolnya lebih besar. Kalau pas pingin minum temulawak daripada mengupas, memarut dan memeras temulawaknya, saya beli kemasan Herbadrink Sari Temulawak aja. Banyak kok yang jual di mana-mana, dan harganya juga murah meriah.

 


Sari Temulawak dari Herbadrink, Enak Deh

 

Oya, ada lagi yang saya kelupaan masalah makan tak terkontrol. Satu penyakit yang bisa dihindari adalah peningkatan atau penurunan kadar kolesterol dan gula darah di luar ambang batas normal. Kalau kepala sudah mulai pusing, kesemutan, hilang keseimbangan, emosi tidak stabil, sakit kepala, nah mulai hati-hati. Segeralah cek lab atau pergi ke dokter. Kembalikan pola makan ke pola makan sehat. Banyak makan sayuran, buah-buahan, dan kalaupun mau minum susu , minum yang non kolesterol. Menurut penelitian, mengkonsumsi jahe secara teratur dapat menormalkan kadar kolesterol dan gula darah. Jahe juga dapat membantu untuk mengurangi pembentukan gumpalan darah dan tekanan darah tinggi.

Kalau saya suka minum jahe karena menghangatkan badan. Membuat minuman jahe juga gampang. Ini, ya :

  1. Cuci bersih jahe, lalu dibakar agar mengeluarkan aroma
  2. Bersihkan kulit jahe yang terbakar, lalu iris pipih
  3. Rebus jahe beserta gula merah
  4. Bisa tambahkan kayu manis dan cengkeh
  5. Saring air rebusan jahe, air jahe siap dinikmati

 

Gampang, kan ?

Lebih gampang lagi kalau kita seduh jahe dari kemasan Herbadrink Sari Jahe. Pemalas, ya ? ha ha .. enggak kok, ini atas nama kepraktisan dan penghematan waktu. Rasanya sama saja nikmatnya. Baik air jahe buatan kita sendiri ataupun dari kemasan Herbadrink Sari Jahe dapat ditambahkan susu biar makin mantab.

 


Herbadrink Sari Jahe

 

Eh ini saya keterusan membahas herbal yang gampang ditemui di Nusantara ini dan memang banyak manfaatnya. Ada satu lagi tanaman yang jaman dahulu sering dipakai mainan anak-anak untuk digosok-gosok ke rambut. Konon katanya kalau rambut kita dikasih gel dari batang lidah buaya, rambut kita bakalan hitam mengkilat. Bukti nyatanya, banyak banget shampoo yang menggunakan lidah buaya sebagai bahan utamanya.

Selain untuk rambut, lidah buaya juga banyak manfaatnya, seperti :

  1. Menyembuhkan ruam dan iritasi kulit
  2. Mengobati luka bakar
  3. Menyembuhkan luka
  4. Mengobati sembelit
  5. Membantu system kekebalan tubuh
  6. Antioksidan dan mengurangi peradangan

     

    (Informasi ini saya ambil dari laman Meetdoctor)

     

Kalau kita kekurangan sayuran atau buah-buahan biasanya mengakibatkan sembelit serta terganggunya pencernaan. Coba saja mengkonsumsi lidah buaya. Bukan dengan diusap-usap ke perut, yaa … tapi dijadikan minuman. Kalau geli-geli dengan gel batang lidah buaya, simpelnya buat minuman dari Herbadrink Lidah Buaya, toh manfaatnya sama saja.

 


 

Kenapa saya begitu setia dengan Herbadrink, pasti ada alasannya. Karena Herbadrink merupakan minuman herbal alami yang dibuat berdasarkan resep tradisional Indonesia. Herbadrink diproses menggunakan teknologi modern dengan tetap mempertahankan manfaat alaminya. Kemasan tinggal seduh, bersih, praktis, higienis, tanpa bahan pengawet dan tanpa endapan dengan rasa yang enak dan segar.

Harapan saya di tahun 2018 yang tinggal dua bulan ini bisa benar-benar digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat. Jaga kesehatan fisik dan jaga kesehatan batin. Jangan lupa selalu berbahagia. Waktu memang berlalu dengan cepat, kita hanya perlu mengerjakan pekerjaan kita sesuai jadual.

Tapi mungkin ada keinginan agar waktu berlalu tidak terlalu cepat ? Bisa saja dengan mengkondisikan cara berfikir kita. Caranya bukan dengan menekan pedal rem kehidupan biar detik berjalan lebih lambat dari Standar Internasional ….ayaya…. tapi manfaatkan setiap detiknya dengan belajar hal-hal baru ,berani untuk keluar dari rutinitas. Dan yang paling penting adalah hargai setiap waktu kita,karena dia tidak akan kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s