Susah Wefie dengan Presiden ? .. Gini Nih Caranya ..

Lagi viral nih Bona yang bertelanjang dada pengejar Pak Jokowi yang sedang naik motor. Katanya sih Bona pingin peluk Pak Jokowi, tapi apa daya cuma bisa menggapai tangannya saja. Sebegitunyakah pingin bersentuhan dengan Pak Presiden ? … Ya apa lagi yang bisa diungkapkan rakyat cilik yang tulus ikhlas ketika dihadapkan pada kesempatan bertemu dengan Presiden. Menyentuh tangannya saja sudah jadi prestasi dan dikenang sepanjang masa.

Saya jadi pingin cerita ketika berkesempatan foto wefie dangan Pak Presiden.

Ini respon dari teman-teman saya waktu kesempatan itu datang kepada saya.

Hahh ??? Elu foto selfie sama Jokowi ??
Kok bisa ?
Kapan ?
Jangan-jangan pake aplikasi, nih …

Haa…hebooh deh tanggapan teman-teman yang melihat foto saya dengan Pak Presiden Jokowi. Ya ribut, lah pasti. Siapa gue ? Kaum pribumi proletar akar rumput yang gak ada prestasi apa-apa kok bisa-bisanya berfoto dengan Bapak Presiden. Mana pake bajunya resmi banget. Presiden pakai jas, dan saya pakai kebaya. Jadi wajar aja teman-teman saya menyangsikan bukti otentik berupa foto  ibu cantik dengan Presiden …. #wkwk

Kejadiannya beberapa bulan yang lalu saya dapat undangan perkawinan anak dari tetangga kami di kompleks. Kalau dapat undangan, sedapat mungkin kami hadir meskipun lokasinya lumayanlah dari rumah. Undangan jam 19.00 itu serba nanggung karena kalau berangkat dari rumah setelah magrib, belum tentu sampai sana tepat waktu. Di jalan yang mengarah ke lokasi-lokasi resepsi biasanya padat. Oke, jalanan lancar, tapi pas nyari parkir bisa satu jam sendiri ! Jadi kalau berangkat setelah magrib, pastinya nggak keburu. Mengukur-ukur waktu dan berdasarkan pengalaman beberapa kali undangan resepsi, saya dan suami sudah keluar dari siang untuk pergi ke suatu tempat, sembari bawa baju ganti untuk resepsi. Nantinya kami bisa ganti di mall atau masjid dekat tempat resepsi aja biar gak telat datangnya.

Memenuhi undangan resepsi itu memang perlu niat dan tenaga. Sering kejadian kita sudah macet-macet di jalanan, susah nyari tempat parkir kendaraan, sampai di lokasi meski belum telat tapi tempat saji makanan sudah ditutup karena memang sudah habis,sementara waktu makan siang atau malam sudah lewat. Buat yang ada rencana mengadakan resepsi pernikahan dipikirin deh masalah-masalah seperti ini. Kalau nyebar undangan 1000 , ya jangan pesan makanan 2000 porsi. Jangan hitung satu undangan buat dua orang saja, tapi coba dipikirkan dan dihitung undangan yang dilempar ke grup-grup whatsapp, undangan ke angkatan sekolah maupun ke tempat kerja yang biasanya satu undangan buat royokan 20 orang atau lebih.

Alhamdulilah acara resepsi kemarin itu makanannya enak-enak. Ada Salmon Gratin with Roasted Potato yang enak banget. Disusul dengan Lidah Sapi Sambal Matah yang dimakan bersama dengan nasi Jepang. Meski tamu begitu melimpah, tapi makanan masih banyak saja. Saya kemudian menikmati Beef Stroganoff yang rasanya mantab. Beef yang dipotong tipis dengan segaris lemak disajikan bersama dengan mashed potato dengan porsi yang pas.

Tiba-tiba suami saya menunjuk ke arah panggung.

“Itu Pak Jokowi lagi foto !”

Ah yang bener, kata saya sembari meneruskan menyantap Beef Stroganoff. Tapi mata saya juga mencari-cari jawaban, apakah benar itu Pak Presiden. Dan, eeitt …ternyata benar!!

Jadi dialah jawaban kenapa tadi ketika sedang isi buku tamu,  kata petugasnya saya antri di antrian VIP , yang mana karena saya bukan VIP jadi saya diminta pindah jalur ke jalur tamu umum. Hmm… saya agak-agak gerah tuh  timbang undangan kawinan aja dibedain VIP dan umum. Memang saya lihat ada beberapa tokoh nasional datang, tapi kan kita bukan dalam acara kenegaraan pake dibedain VIP atau umum, yee kan ? Tapi saya sama sekali nggak nyangka kalau Presiden akan datang.

“Ayo kita foto sama sama dia !” kata saya sembari tergesa menghabiskan suapan terakhir Mashed Potato yang lembut yang sedikit tercampur dengan bumbu Beef Stroganoff. Sayang soalnya kalau nggak dihabiskan.

Tapi sepertinya jauh panggang dari api. Setelah Pak Jokowi salaman dan foto bersama dengan pengantin, beliau dan rombongan turun dari panggung dan berjalan ke sayap kanan gedung resepsi. Dari jauh saya lihat seketika orang-orang mengerubungi dan mengajak berfoto bersama. Wah, sepertinya nggak mungkin saya bisa tembus di kerumunan itu lalu berfoto anteng sambil berjabat tangan dan senyum manis dengan Presiden.

Saya lalu mengajak suami untuk salaman dengan pengantin. Dengan begitu kami bisa berada di sayap kanan gedung setelah turun dari panggung. Dari jauh saya lihat Presiden masuk ke ruang makan VIP. Saya berharap dia makan agak banyakan di situ. Siapa tahu ada yang bisikin Presiden kalau Lidah Sambal Matah-nya enak banget dan beliau nambah makannya.

Setelah salaman dengan pengantin dan orang tua, kami lalu turun dan berjalan ke arah ruang makan VIP. Tidak lama Presiden keluar dari area ruang makan VIP. Semua berjalan sesuai rencana sampai tiba-tiba di depan saya sudah ada dua orang Paspampres yang menghalangi jalan dan pandangan saya ke arah Presiden. Jadi posisi sekarang saya ada di barisan belakang Presiden, dan tak sedetikpun Presiden melihat ke belakang. Melihat keadaan seperti itu saya lalu mengubah strategi.

Presiden pasti akan berjalan sepanjang karpet merah. Saya menarik tangan suami untuk pindah ke dekat pintu keluar yang agak longgar dari orang-orang yang ingin bersalaman dan berfoto dengan Presiden. Dengan segala upaya saya dapat posisi pas di pintu keluar. Di posisi itu saya optimis Pak Presiden bakalan ngajakin saya salaman.

Seorang Paspampres yang ganteng yang kebetulan mengatur di dekat saya bilang kalau  mau salaman tinggal bilang aja, ntar biasanya Presiden akan mengulurkan tangan. Dia juga bilang kalau ada petugas yang membantu ambil foto.

Eh ya, saya kasih tau ya, Paspampres yang ganteng itu bukan cuma yang ngomong sama saya, tapi rata-rata Paspampres ganteng-ganteng amat , lho. Badannya sih bukan model body guard, tapi kerenlah. Jadi kalo nggak sempet foto ama Presiden, foto ama Paspampres bolehlah…. #emakcentilmodeon

Posisi Presiden lima meter dari tempat saya berdiri ketika tiba-tiba Paspampres yang lain membentuk pagar betis di depan saya. Duelaahh … udah geer mau didatengin Presiden, ini masih aja dihalangi. Tapi saya salut dengan cara kerja Paspampres yang seamless. Presiden seperti tidak berjarak dengan orang-orang, tapi tetap terjaga.

Detik-detik itupun tiba. Presiden berjarak tidak sampai setengah meter dengan saya. Mengikuti petunjuk Mas Paspampres Ganteng, saya memanggil Pak Presiden. Nggak disangka, suara saya yang beradu dengan gemuruh kebisingan Gedung dan suara gending Jawa, terdengar oleh Presiden. Presiden memandang ke arah saya dan menyambut uluran tangan saya, sementara lengan Paspampres dengan kokohnya tetap menghalangi saya. Oh… pleaasse ..maass …

Tiba-tiba Pak Presiden menepuk pundak Mas Paspamres di depan saya itu sembari berkata ,” Sudah ..sudah ..”

Mas Paspampres melonggarkan lengannya lalu memperbolehkan saya berdiri di sisi Presiden dengan pose seperti dalam foto ini. Seorang Paspamres yang satu lagi yang meminta handphone saya untuk membantu ambil foto. Sengaja aplikasi camera sudah saya siapkan, dengan sedikit deg-degan karena batere HP saya tinggal 4%. Dua kali dia ambil foto dengan hasil yang bagus sekali.

Wow … Nggak bisa ngomong apa-apa, apalagi minta sepeda. Untungnya senyum dengan otomatis tersungging dengan iklasnya dan terabadikan dalam dua frame foto. Saya hanya bisa bilang terimakasih. Juga terimakasih buat Mas Paspampres. Ini pertemuan ke-3 dengan Jokowi, setelah ‘pertemuan’ sebelumnya saya cuma bisa lihat beliau dari jauh. Presiden dengan sangat sabar melanjutkan foto-foto dengan undangan yang lain satu per satu.

Pawai Kemenangan Jokowi-JK

041018_0525_SusahWefied9.jpg

Acara Parade Raja-raja Nusantara

Tak ada niat lagi untuk mengambil Sate Lilit, Sambal Matah dan Lawar yang ada di meja hidangan utama. Chocolate Fountain dan sate buah berry dan anggur segarpun tidak menarik perhatian saya lagi. Saya cuma perlu segelas air putih setelah usaha mendapatkan foto dengan Presiden terpenuhi. Energi saya terkuras malam itu sampai tidak menghiraukan pejabat-pejabat lain yang kemungkinan pingin foto juga dengan saya. Yes, malam itu luar biasa. Euforia bersalaman dengan Presiden masih melekat di senyum saya dalam beberapa hari ke depan.

Jadi kalau di tivi masyarakat berkesempatan dekat dengan Presiden dan berebut bersalaman dengan Presiden, di acara resepsi perkawinan kemarinpun begitu adanya.

Sampai seorang tetangga yang hadir berkata ,” Bukan main … ngalah-ngalahin mau nyium Hajar Aswad, ya ..”

Advertisements

4 thoughts on “Susah Wefie dengan Presiden ? .. Gini Nih Caranya ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s