ASUS AMD – Laptop for Everyone. Pilih Laptop Sesuai Kebutuhan

 

asus-amd-laptop-for-everyone-blog-competition-1

 

Jakarta, awal Mei 1999

Suhu politik di Indonesia, khususnya Jakarta di bulan Mei sedang panas-panasnya. Reformasi sedang bergulir ke arah yang waktu itu kami tidak tahu ke mana.  Setiap hari warga mendapat kejutan-kejutan peristiwa yang kelak di masa datang menjadi milestone sejarah Bangsa Indonesia. Keputusan-keputusan yang dibuat penguasa waktu itu serupa taruhan apakah Indonesia akan bubar atau malah menjadi besar dan tetap berjaya. Dan saya pada saat itu juga harus membuat keputusan penting dalam hidup saya yang tidak boleh disesali selamanya, Insya Allah.

Saya harus segera mengirimkan undangan pernikahan karena tiga minggu lagi rencana pernikahan kami. Oh Thanks God , akhirnya ada yang mau sama saya. Tidak ada yang menyangka saya akan menikah secepat itu karena nggak pernah ada kabar punya cowo barang satu orangpun.  Waktu itupun saya tidak menyangka akan menikah setelah bertemu calon suami saya beberapa bulan sebelumnya. Sama seperti sejarah Reformasi Indonesia, sejarah hidup sayapun berjalan dengan kejutan-kejutan yang tak terduga. Begitu cepat proses yang terjadi sampai tidak sempat berfikir lama. Seperti Guido yang tetiba tertimpa Dora di film Life is Beautiful lalu segera menikahinya. Seperti itu juga rasanya hidup saya waktu itu. Calon suami saya tertimpa bidadari yang jatuh dari langit. Untunglah berat saya waktu itu masih 40kg…….nggak kayak sekarang …

Kalau bilang rencana pernikahan ini terasa tiba-tiba, memang bisa juga diterima. Sejujurnya kami juga menentukan tanggal pernikahan disesuaikan dengan rencana Pemilu yang akan diadakan bulan Juni 1999. Pokoknya sebelum Juni kami harus sudah menikah. Kenapa begitu ? Karena, dengan Pemilu yang diikuti oleh 48 partai … sekali lagi 48 PARTAI ! .. ini bukanlah peristiwa politik biasa. Segalanya bisa terjadi. Dan antisipasi terbaik dari kami adalah kami harus sudah menikah agar kalau terjadi hal-hal yang genting setelah Pemilu, kami bisa hadapi bersama-sama… uhh huhuyy …  Bisa rasakan dong ya panasnya hawa politik waktu itu sampai-sampai mempengaruhi keputusan kapan harus menikah.

Biar cepat undangan sampai di alamat penerima, saya mengirim undangan lewat Kantor Pos Besar di Lapangan Banteng. Setelah itu kami akan mengurus pembayaran sisa catering lewat ATM. Sampai hari itu, semua proses dan hal-hal yang berhubungan dengan acara pernikahan kami berjalan dengan lancar dan rasanya Allah memberi kemudahan untuk niat baik kami, hingga sampai peristiwa di dalam ruang ATM di depan Kantor Pos Besar.

Pada saat akan transfer uang, mesin ATM memberi notifikasi kalau dana tidak bisa dipindahkan ! Beberapa kali dicoba, tetap tidak bisa. Kami berdua bingung tercenung. Walah ..gimana ini ?? … Saya baru memberi downpayment Rp 500.000 untuk transaksi katering sebesar 15 juta rupiah. Dan sekarang biaya terbesar dari acara pernikahan tidak bisa kami bayar !

Kami kemudian duduk di anak tangga di halaman Kantor Pos menghadap ke Lapangan Banteng .Sebenarnya menikah bagi kami simpel-simpel saja. Andai bisa langsung di KUA ya nggak masalah. Tapi kan … tapi kan … yang menikah memang kami, tapi keluarga besar juga pingin merasakan hari bahagia. Aduh bisa-bisa dibilang pelit deh kalau nikah di KUA aja. Apa kata dunia dan seisinya ?  .. Tapi gimana masalah uang catering ?

Pepohonan di Lapangan Banteng terlihat sangat teduh, semoga dapat meneduhkan hati kami yang bingung bagaimana menyelesaikan masalah keuangan ini. Lalu tiba-tiba calon suami saya mengeluarkan laptop dari tas ransel hijau yang selalu dia bawa.

Katanya, gimana kalau laptop ini dijual ?

Saya kaget ? …Enggak juga. Saya cuma bisa ketawa getir. Bagaimana mungkin dia rela menjual laptop yang sudah jadi istri pertamanya sebelum menikahi saya ? Laptop yang dia pesan semua komponen di dalamnya satu persatu, lalu dia rangkai sendiri ? Laptop yang tidak ada yang bisa menyamai karena memang benar-benar customized dengan spesifikasi yang dia inginkan waktu itu. Kok jadi saya yang nggak rela karena itu satu-satunya harta yang dia punya. Orang IT tanpa laptop, seperti nelayan tanpa jaring. Gimana kerjanya?

Untuk membuat cerita tentang krisis keuangan ini tidak berlarut-larut, kami akhirnya mendapat jalan untuk bisa mentransfer ke katering. Saking semangatnya, yang harusnya tinggal transfer 14,5 juta rupiah karena sudah bayar downpayment, saya malah transfer 15 juta rupiah. Ya sudah, saya bilang ke katering untuk dikonversi ke makanan saja.

Untunglah masalah dana katering tuntas…. uhmmm ada yang tanya laptopnya laku berapa ? .. hehe… Alhamdulilah kami nggak perlu jual laptop. Tentu saja yang punya laptop senang tidak jadi jual laptop.

***

Laptop dalam Kehidupan Kami – Buat Nonton Film

Cerita tentang laptop ini berlanjut yaa, karena mau tidak mau, laptop menjadi salah satu harta terpenting dalam kehidupan kami.  Jadi setelah menikah kami tinggal di kamar kos-kosan di daerah Setiabudi. Kamar bekas garasi itu lumayan besar buat kami berdua. Barang-barangnyapun tidak banyak, hanya ada tempat tidur, lemari baju dan satu set meja kursi saja.  Dan di awal-awal kehidupan rumah tangga, laptop adalah alat kerja merangkap alat hiburan di mana kami bisa menonton VCD atau main game bersama-sama. Maklumlah masa itu kami belum punya televisi dan peralatan entertain lainnya.

Biasanya setiap seminggu sekali kami pergi ke penyewaan VCD di dekat rumah kos. Aduh terasa jadul ya ngomongin nonton lewat VCD. Sesekali saya beli VCD di tukang VCD yang datang ke kantor. Murah beli VCD karena bajakan …huhuhu..Tapi memang sempat pada jamannya penyewaan VCD film naik daun dan mereka juga menyewakan VCD bajakan !! Bayangkan, sudah bajakan disewain pulak !! Maaf yaa … waktu itu kita belum sadar soal film bajakan, mungkin tertutup dengan efek yang membahagiakan, bisa nonton film dengan harga murah, meski kualitasnya yaa gitu deh Smile 

Nonton film di laptop memang menjadi hiburan kami. Dari Matrix, Mummy, Notting Hill juga Titanic yang meski sudah nonton di bioskop tetap saja diulang-ulang nonton film itu. Yah gimana ya kalau emang sudah cinta sama Babang Leo dibawa terus cintanya sampai ke film-film fenomenal dia yang lain. Selain itu, yang paling saya ingat dan sempat saya mention di awal tulisan ini adalah film Life is Beautiful. Film itu benar-benar membuat saya sedih sampai saya nangis sesenggukan meski film sudah selesai beberapa saat. Sedddiiiih banget … dan sebagai pengantin baru dengan kata-kata manis suami saya berusaha menghibur saya supaya berhenti nangisnya. Kayaknya dia sembari nahan ketawa juga , kok bisa nonton fim sampai nangis nggak berhenti-berhenti. Kalau sekarang saya nonton film dan nangis, sepertinya cuma diketawain aja, tuh …

 

Buat Main Game Komputer – Kakak Fachry

Selain untuk nonton, dulu saya juga sesekali menggunakan laptop untuk main game, sekedar untuk menghabiskan waktu luang. Tapi sudah lama saya tidak main game, malah anak saya yang senang sekali main game sampai harus buat peraturan di rumah tentang penggunaan laptop untuk bermain. Harus tahu waktu kapan laptop digunakan untuk bermain kapan untuk belajar. Jangan sampai porsi bermainnya lebih besar daripada porsi belajar.

Game jaman sekarang canggih-canggih. Animasinya benar-benar buat geleng kepala. Gambar-gambarnya sudah mirip seperti di film-film, juga suara yang dikeluarkan keren banget. Jadi game sekarang bukan sekedar menggerak-gerakkan kursor up dan down saja. Banyak tombol-tombol yang berfungsi sebagai controller yang membuat game begitu hidup. Nah, kalau game-nya sudah canggih begitu, tentu saja perlu laptop yang bisa menjalankan game sehingga mendapatkan kualitas gambar dan suara yang memuaskan.

Laptop untuk game biasanya membutuhkan processor yang cepat, RAM yang besar dan tempat penyimpanan file atau hardisk yang memiliki kapasitas besar pula. Yang paling utama dari laptop game adalah VGA (Video Graphic Array) Card yang memiliki kinerja yang bagus.

Tau nggak gimana reaksi gamer kalau dikasih laptop Republic of Game -nya Asus ? Apa mereka akan panik kegirangan ? … Nah ini terjadi sama anak saya yang paling besar yang doyan banget main game. Pada hari ulang tahunnya dia dibelikan laptop Asus ROG, waah orang tuanya diciumin bolak-balik, senang banget dia. Makin khusuk aja nih kalau gitu main game-nya , ya kakak ? hahaha ….

 

DSC09161e

Ini mainnya gelap-gelapan ? .. Nggak sih, cuma mau tunjukin video game di layar laptop ROG Asus.

 

Buat Video Animasi – Afif

Kalau anak saya yang kecil selain suka juga main game di laptopnya (jaman gini ada gak anak-anak laki yang gak suka main game di komputer?) , dia juga suka buat program animasi juga membuat video. Di saat akhir minggu yang harusnya jatah acara keluarga, Afif malah ikutan les animasi. Jadi kalau kami sekeluarga mau pergi di akhir minggu, musti tunggu Afif selesai les animasi, baru bisa jalan.

Afif juga sudah punya laptop Asus sendiri, jadi dia bisa lebih leluasa menjalankan hobinya itu. Dia sudah bisa mengoperasikan beberapa software untuk meng-edit video Malah kalau saya sedang iseng coba-coba buat video, kadang-kadang saya minta tolong Afif untuk fitur-fitur yang tidak saya tahu. Afif biasanya kasih trik untuk beberapa cara pengeditan video. Sayangnya Afif tidak mau upload video ke channel Youtube miliknya padahal video buatannya lucu-lucu.  Etapi ini ada satu hasil kerjaan iseng Afif yang saya upload ke channel Youtube saya. Berhubung gagal upload video di blog jadi saya kasih link-nya aja ya di sini nih  https://youtu.be/EGmynKjZ2yI

 

DSC09084

 

Buat Program Aplikasi/Software  – Bapak

Dari tadi ngomongin laptop buat senang-senang sampai hampir lupa alasan utama membeli laptop, yaitu tentu saja buat bekerja. Selain menggunakan aplikasi-aplikasi umum untuk memproses dokumen pada umumnya, suami saya menggunakan laptop untuk membuat software aplikasi sesuai dengan project yang sedang dikerjakan.

Proses pembuatan perangkat lunak atau software hampir 100% menggunakan komputer atau laptop. Dari proses pembuatan flow chart disain yang diterjemahkan ke bahasa yang dimengerti oleh komputer, melakukan coding serta melakukan testing. Supaya pembuatan software atau proram ini berjalan dengan lancar tentu saja dibutuhkan komputer atau laptop yang powerful, terutama pada saat meng-compile data.

Kebayang kan dulu kalau laptop sempat dijual buat biaya nikah, nanti kerja pakai apa ? …

DSC09046

 

Semua orang yang ada di rumah masing-masing memiliki laptop. Saya juga  sudah punya tentunya. Saya menggunakan laptop biasanya untuk membuat proposal-proposal sesuai dengan pekerjaan saya.Selain buat pekerjaan di kantor, saya biasa menggunakan laptop kantor ini buat menulis blog. Saya juga butuh buat mengumpulkan foto-foto perjalanan saya, serta aplikasi buat mengedit foto maupun video. Itu aja, sih. Simpel banget kan kebutuhkan saya.

Cuma ya nggak enak juga laptop kantor dipakai buat kegiatan yang bersifat personal seperti bikin blog begini ini ….Kayaknya saya butuh laptop buat kebutuhkan pribadi yang tidak nyampur dengan kerjaan kantor. Dan saya lagi ngincer salah satu produk Asus , biar samaan dengan anak-anak saya pakai Asus juga.

Saya lagi menimbang-nimbang, siapa tau dapat rejeki ada yang ngasih saya laptop .. duh cita-cita setinggi langit ..semoga tercapai … Ini saya ngincer ASUS X555QA yang katanya merupakan notebook dengan performa yang mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari. Bolehlah itu jadi kandidat laptop pribadi saya.

Kalau dari spesifikasi yang saya baca, laptop ini menggunakan Processor AMD Quad Core. Processor AMD ini lumayan bagus dan cukup hemat energi. Laptop ini juga sudah dilengkapi dengan sistem operasi WIndows 10. Jadi saya tinggal instal aplikasi-aplikasi yang saya butuhkan saja.

Meskipun utamanya buat nulis-nulis blog dan edit foto, bisalah sekali-kali laptopnya saya gunakan untuk hiburan. Jadi sepertinya saya bisa puas dengan spesifikasi tampilan grafis yang menarik dan audio yang bersertifikasi ASUS SonicMaster. Nonton Youtube kan perlu monitor dengan video graphic yang bagus dan audio yang enak buat didengar. Setuju, kan semua ?

Dan namanya cewe, tampilan atau disain laptop juga jadi salah satu pertimbangan disamping performa dan konektifitas dengan peripheral lainnya. Saya suka tampilan elegan buat perangkat elektronik, dan sepertinya Asus incaran saya ini memenuhi keinginan saya.

Di atas semua itu, apalah arti laptop kalau baterenya kembang kempis ?  Masa kita sudah bawa laptop ke taman buat mengetik tulisan, sampai di sana baterenya habis. Kalau Asus ini menggunakan batere Li-Polymer yang lebih awet 2,5 kali lebih baik dibandingkan dengan batere silinder Li-Ion biasa. Kapasitas batere untuk penggunaan web browsing bisa bertahan sampai dengan 10 jam. Cukup, kan ? Atau berlebih ? Cita-cita saya nggak tinggi-tinggi banget, kan ?

Kalau mau membeli laptop pribadi saya mikirnya pasti lama, ruwet dan muter-muter. Spesifikasi jelas perlu dipertimbangkan. Processor-nya apa ? RAM-nya berapa besar ? Hard disk berapa besar ? Graphic Card-nya pakai apa ? Gimana sound system-nya ? Purna jualnya gimana ? Diskonnya  berapa ? Diskon penting banget ini, tau kan emak-emak modis – modal diskon. Sampai beli laptop-pun mesti diskon. Kalau nggak diskon, ya dapat bonus apa saja. Siapa tahu dapat Asus Mouse Gaming Wireless, yee kaan … Smile …. dan ujung-ujungnya apakah harga yang saya keluarkan sesuai dengan laptop yang akan saya dapatkan. Apakah nggak sia-sia saya nahan-nahan diri buat tidak beli baju baru dan makan di restoran supaya bisa menabung untuk beli laptop pribadi. Semua dipikir matang-matang.

Jaman sekarang, laptop bukanlah barang mewah dilihat dari kegunaannya. Siapapun bisa memiliki laptop sesuai dengan kebutuhan. Kita ingin spesifikasi yang tinggi, tentunya harga juga tinggi. Tinggal kita pikirkan apakah perlu memilikinya. Apakah akan optimal penggunaannya. Kalau uang ada, ya silakan. Tapi produsen juga sudah menyediakan laptop disesuaikan dengan kebutuhan. Semoga kita bisa bijak mengambil keputusan.

 

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

Advertisements

2 thoughts on “ASUS AMD – Laptop for Everyone. Pilih Laptop Sesuai Kebutuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s