Pulang Kampung Kok Tinggal di Hotel ?

Kursi-kursi sudah disusun rapi, begitu juga tenda sudah dipasang beserta hiasan-hiasan berwarna cerah ketika kami sampai di rumah mertua saya di Makassar. Beberapa orang saudara menyambut kedatangan kami. Koper-koper langsung diturunkan dari taksi dan dibawa masuk ke dalam rumah. Suasana rumah nenek, begitu saya memanggil mertua perempuan, memang meriah hari itu. Bukan cuma keluarga dari Makassar saja yang hadir. Keluarga dari Barru, Mamuju bahkan dari Ogoamas juga sudah hadir. Kami yang dari Jakarta paling terakhir sampai.

Minggu-minggu itu menjadi minggu yang istimewa karena mertua saya hendak mengadakan acara pernikahan adik ipar saya yang paling bungsu. Tinggal dia saja yang belum menikah, jadi semua bergembira menyambut kabar baik ini. Si Kecil yang dulu sering tantrum minta dibelikan mainan kalau diajak jalan-jalan , sekarang sudah jadi arsitek dan meminang teman kuliahnya.

DSC04349

 

DSC04315

Semua orang sibuk mempersiapkan acara. Ibu-ibu berbagi tugas di dapur. Sementara bapak-bapak ada yang membantu membuka kelapa atau memasang hiasan tenda, tapi kebanyakan duduk-duduk ngobrol sembari ngopi. Melepas rindu, sepertinya, eh alasannya.

Entah berapa ekor ayam yang sedang dibersihkan dan dipotong-potong. Tempatnya bukan cuma di baskom, tapi menggunakan ember besar yang biasa untuk mencuci baju. Begitu juga dengan daging sapi, udang, cumi, ikan menunggu untuk diproses. Bawang merah, bawang putih, cabe, daun bawang dan sayuran lainnya disiangi, berkantung-kantung kentang dikupas lalu direndam di dalam ember supaya tidak menghitam. Tidak lupa berdandang-dandang nasi ditanak.

Sebagian tante membuat kue-kue Bugis Makassar yang manis-manis seperti Barongko, Bolu Peca dan Cellak Lenggang. Saya mau tanya ke teman-teman, nih. Tau nggak kenapa kue-kue Bugis Makassar manis-manis ?
Jawabnya ,itu karena untuk menjamu tamu dari Jakarta yang manis. Akuh ini loh tamu yang manis Open-mouthed smile ….Aihh … tapi memang manis adalah perlambang kita menghargai tamu. Tamu diberi makanan manis supaya senang dan tuan rumah tidak pelit dengan gula.  Salah satu kue yang paling ngetop adalah Barongko. Barongko ini terbuat dari pisang yang dihancurkan, santan dan tentu saja gula. Biarpun manis tapi bukan yang termanis.

Ada satu kue yang kelihatan enak yang membuat para tante saling berpandangan dan saling cocok-cocokan jawaban waktu saya tanya apa nama makanan itu. Kue terbuat dari nasi ketan tepatnya yang dimasak dengan santan. Sementara di bagian atas terbuat dari telur dan gula.Tante yang paling dominan, kata lain dari cerewet, bilang namanya Cellak Lenggang atau bisa juga Katri Salang..Ada juga tante yg colek saya sembari bilang namanya Nasi-nasi. Manis ? Sudah jelas ..

Kalau yang satu lagi saya nyerah deh. Jelas kalah manis saya sama dia. Manisnya itu yang bikin hati deg-degan, antara mau ambil lagi atau cukup sampai di sini. Namanya Bolu Peca. Biasa dihidangkan pada saat ada acara2 di keluarga Bugis Makassar. Ini sebenarnya kue bolu biasa saja, yang sudah bisa langsung dimakan…tapi kalau di Makassar makanan ini belum nendang dan belum bisa disebut Bolu Peca sebelum direndam dengan air gula merah yang meresap sampai seluruh kue bolu yg tadinya berwarna putih menjadi cokelat gelap dan tentu saja manis, sampai ujung lidah yang bertugas mengecap rasa manis bilang minta ampun manisnya !

DSC02018

Celak Lenggang

 

DSC02056

Barongko

 

DSC02062

Bolu Peca

===

Kalau banyak saudara ngumpul, yang perlu dipikirkan adalah di mana mereka tidur. Kebetulan rumah mertua saya cukup besar. Ada ruangan yang lumayan besar di lantai atas yang bisa dipakai saudara-saudara beristirahat. Tapi sepertinya tidak cukup longgar buat mereka tidur mengingat saudara-saudara yang datang bisa lebih dari dua puluh orang. Biasanya kami sekeluarga punya satu kamar yang kami pakai kalau menginap di rumah mertua. Tapi kamarnya sekarang dipakai buat kamar pengantin. Kesian deh kami tidak kebagian kamar di rumah sendiri. Kalaupun ikut di kamar bersama saudara-saudara yang lain juga tidak muat lagi.

traveloka

Satu solusi yang paling gampang saya mencari hotel di sekitar rumah mertua. Apa boleh buat tidak menginap di rumah mertua demi saudara-saudara dari jauh. Mencari hotel sekarang bukan hal yang sulit karena kita bisa pakai aplikasi yang ada di telpon genggam ataupun lewat laptop. Salah satu aplikasi yang biasa saya pakai adalah Traveloka. Biasanya saya tunggu hari Senin untuk memesan hotel karena di Traveloka ada menu ProMonday, yaitu harga spesial tiap hari Senin atau Selasa. Sebagai emak-emak penggemar diskon, dengan potongan sampai dengan 80% adalah prestasi buat saya untuk memesan hotel bagus, berbintang dengan harga yang reasonable.

Sebelum memilih hotel, kita bisa membandingkan antara hotel satu dengan hotel lainnya mengenai lokasi, fasilitas hotel, juga ulasan tentang hotel tersebut. Dengan pilihan menginap yang banyak dan cara pembayaran yang beragam sesuai dengan kenyamanan kita, memesan hotel lewat Traveloka buat saya adalah pilihan yang terbaik.

Ada satu lagi fitur dari Traveloka yang bisa jadi bahan pertimbangan yaitu StayGuarantee.  Traveloka memberikan alternatif akomodasi yang sama kualitas atau lebih baik lagi, jika hotel yang kita booking tidak bisa menyediakan kamar sesuai pesanan.Duh, kalo yang ini jangan sampai deh kejadian sama saya. Soalnya bisa kejadian kita sudah pesan, ternyata sesampainya di hotel ada renovasi kamar, misalnya. Traveloka untungnya sudah mengantisipasi hal seperti ini.  Kalaupun kita merasa tidak nyaman di hotel pengganti, kita bisa mengajukan klaim diskon ke Traveloka. Hal-hal seperti ini bisa terjadi sama siapa saja dan kapan saja. Kalau kita tetap tidak menerima penawaran akomodasi pengganti dari Traveloka, kita akan menerima full refund dari harga yang telah kita bayarkan, ditambah dengan kupon diskon 50% dari transaksi. Langkah-langkah claim bisa kita lihat di web Traveloka.

===

Tadinya saya beranggapan, sekurangnyamannya rumah orang tua, kami tetap harus tinggal di rumah mereka jika kami berkunjung. Masa sudah jauh-jauh terbang dari Jakarta ke Makassar, masih juga tinggal di hotel. Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan, atau bisa jadi mengurangi kenyamanan saudara-saudara jauh yang datang di acara pernikahan ini, jadi tak apalah sekali ini kami yang menginap di hotel. Setidaknya hotel yang kami pilih dekat dengan rumah mertua jadi bisa bolak-balik dengan mudah.

Dengan lokasi hotel yang dekat dengan acara , kami tetap tidak ketinggalan acara pengajian, yang tentu saja disertai dengan makan-makan.

DSC02249

DSC02103

 

Satu lagi yang nggak boleh terlupa di rangkaian acara pernikahan Bugis Makassar adalah acara adat Mappaci.  Mappaci ini adalah salah satu rangkaian adat yang musti dilalui oleh pengantin Bugis Makassar sebelum menikah di antara rangkaian acara-acara yang lain seperti tahapan pemilihan jodoh, meminang, mengukuhkan kesepakatan, menyebarkan undangan serta memandikan pengantin. Beberapa kali saya mengikuti acara Mappaci, atau penyucian diri pengantin. Dan rasanya buat saya yang asli Jawa ini, acara Mappaci memang acara yang sarat dengan simbol-simbol di mana dua insan nantinya akan bersatu.

Saya dan suami sebagai kakak dari pengantin juga berkesempatan menorehkan daun pacci atau daun pacar ke telapak tangan pengantin. Kami berdoa untuk kelancaran acara dan doa agar pengantin dapat menjalankan pernikahan sampai maut memisahkan, sembari berbisik kepada pengantin,

“Nanti kalau pergi bulan madu, biar gampang pesan saja hotel dan pesawat lewat Traveloka Smile

DSC02616

Tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan pada Kontes Blog #JadiBisa dengan Traveloka.

Advertisements

2 thoughts on “Pulang Kampung Kok Tinggal di Hotel ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s