Time Flies – Hargai Waktu dan Belajar Hal Baru

Tahun 2018 ini buat saya tahun yang hectic. Di tahun ini kedua anak saya harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Ujian Nasional. Si Adik ikut Ujian Nasional SD sedangkan Kakak ikut Ujian Nasional SMA beserta beberapa ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Persiapan ujian sudah dilakukan dari tahun sebelumnya, salah satunya mereka ikut pendalaman materi di sekolah. Sebagai orang tua yang dapat saya lakukan adalah memberi semangat keduanya agar selalu fokus. Stress pasti ya. Anaknya stress, ibunya nggak boleh ikutan stress biar nggak tambah nular ke anaknya. Kalaupun ibunya ikutan stress harus ditahan supaya tidak kelihatan anak-anak.

Terus terang saya menghadapi tantangan yang besar ketika si kakak tidak fokus untuk mempersiapkan ujian akhir dan ujian masuk perguruan tinggi. Wah kalau diceritain bisa panjang kali lebar. Beberapa kali saya sempat dipanggil ke sekolah untuk urusan kakak. Membangkitkan semangat dan motivasi yang turun naik sungguh suatu pengalaman yang luar biasa buat saya. Kakak memang jadi laboratorium hidup saya. Apapun yang terjadi padanya adalah pengalaman pertama saya sebagai orang tua, dari baru lahir, bayi dan sampai sebesar ini. Dan kalau mau terus terang, ini semua menguras tenaga dan emosi.

Kalau Si Adik lain lagi. Dia cukup rajin belajar dan beberapa Try-Out Test dapat dia lalui dengan baik, setidaknya dari nilai yang dia dapat menurut saya cukuplah. Tapi karena banyaknya Try-Out Test yang diadakan oleh sekolah, kelurahan, kecamatan dan kota membuat dia overload. Sampai dia bilang, kenapa nggak sekarang aja sih UN nya ? Sudah cape sama Try-Out ! Duh, saya harap UN bukan antiklimaks buat dia.

Menjaga semangat dan fokus biasanya bukan cuma menjaga mereka supaya tetap belajar, tapi juga diselingi dengan nonton film di bioskop, makan-makan, atau sekedar jalan-jalan di mall. Ada tambahan lagi dari anak-anak, setelah belajar mereka bisa main games di gadget masing-masing. Saya memang tidak terlalu ketat soal belajar, sebenarnya. Main dan belajar harus seimbang, biar hidup juga jadi seimbang. Kalau belajar terus ya bisa jenuh. Yang paling sering sih waktu bersantai kami habiskan di rumah. Saya membuat masakan apa saja yang enak-enak, lalu kami nonton film hasil download. Asik , kan … murah, meriah dan santaii …

 


Kencan Malam Minggu Bersama Saudara-saudara

 


Alhamdulilah Tahun Ini Bisa ke Tanah Suci Sekeluarga

 

Dengan segala upaya yang kadang saya pikir kakak belum maksimal berusaha, karena kalau dihitung-hitung waktunya lebih banyak dipakai di tempat lain daripada di tempat les, dia diterima di Universitas Negeri di jurusan pilihannya. Alhamdulilah. Sepertinya, selain usaha, doa dari orang tua selalu memberi jalan apapun yang terbaik buat anaknya. Dan doa-doa saya juga saya teruskan semoga dia bisa survive di tempat belajar yang baru dan bisa sukses. Sementara Si Adik, dia meneruskan SMP di Yayasan yang sama dengan SD-nya. Apapun yang terbaik saat ini buat anak-anak semoga menjadi jalan untuk kehidupan mereka yang lebih baik di masa yang akan datang.

Time flies dan sekarang sudah bulan Oktober. Urusan anak-anak setidaknya sudah calm-down, berganti dengan urusan kantor. Beberapa proposal yang saya buat belum juga menghasilkan order sementara jadual meeting juga lumayan ketat. Nggak tahu deh sudah berapa banyak proposal yang saya buat dan meeting-meeting terus berlanjut.

Sesungguhnya, dengan banyak kegiatan membuat badan rasanya ngilu. Masuk anginlah, batuk pilek lah … macam-macam aja, ya. Untungnya nafsu makan tetap terjaga, malah sering berlebih. Lemak-lemak yang kemarin luruh setelah saya diet Mayo , eh muncul kembali. Nah jadinya badan lemas, tapi berat badan malah bertambah. Ditambah lagi persendian kaki kiri saya kadang-kadang nyeri. Takut deh kalo ternyata pengapuran atau kekurangan minyak sendi. Memang diperlukan semacam alarm supaya kita sadar apakah gaya hidup sehat yang selama ini saya usahakan masih terjaga, atau sudah terdistorsi.

Gaya hidup sehat sebenarnya gampang-gampang saja kalau memang niat. Rajin olah raga, makan makanan sehat dan bergizi, bangun pagi, jangan tidur telalu malam, mudah kan ? Tinggal menjalankannya aja nih seperti menggeser gajah lagi duduk. Syusaaah … Tapi saya punya tips buat yang berat banget memulai olah raga. Cobalah buat kelompok senam ibu-ibu seperti yang saya lakukan sekarang. Panggil guru senam, ada uang iuran supaya lebih mengikat dan nggak kabur-kaburan. Biasanya dengan membuat kelompok begini kita bisa saling kasih semangat. Rasanya sayang kalau tidak datang latihan senam karena selain senam kita juga bisa up-date informasi di komplek. Ini penting buat saya yang kerja kantoran.

Tips satu lagi, coba ajakin suami buat temani kita olah raga, misalkan rutin lari mengitari Stadion Bung Karno Senayan setelah pulang kerja. Ini buat yang di Jakarta, ya. Kalau tempat lain pasti ada juga tempatnya. Btw, sekarang Stadion Bung Karno tambah cantik lho kalau malam. Semoga kegiatan saya yang ini bisa istiqomah, demi hidup sehat yang berkualitas.

 


Foto Dulu Baru Lari

 

Sebelum rutin senam, saya sering masuk angin. Apalagi obatnya kalau bukan kerokan, balurin tubuh dengan minyak kayu putih, benar-benar berasa uzur. Kalau saya perhatikan, masuk angin itu selain capai, tidur malam, kena angin malam, bisa karena seluruh anggota tubuh kita jarang digerakkan. Juga kalau kita mengalami tulang ngilu atau radang sendi bisa jadi olah raganya kurang. Katanya sih kalau radang sendi bisa diobati dengan herbal temulawak yang katanya mengandung kurkumin hingga 100mg fenibutazon yang efektif mengurangi resiko dan mengobati radang sendi.

Tapi pada tau kan bentuk temulawak seperti apa ? Itu gambarnya di foto di bawah ini. Mirip kunyit karena berwarna kuning tapi bonggolnya lebih besar. Kalau pas pingin minum temulawak daripada mengupas, memarut dan memeras temulawaknya, saya beli kemasan Herbadrink Sari Temulawak aja. Banyak kok yang jual di mana-mana, dan harganya juga murah meriah.

 


Sari Temulawak dari Herbadrink, Enak Deh

 

Oya, ada lagi yang saya kelupaan masalah makan tak terkontrol. Satu penyakit yang bisa dihindari adalah peningkatan atau penurunan kadar kolesterol dan gula darah di luar ambang batas normal. Kalau kepala sudah mulai pusing, kesemutan, hilang keseimbangan, emosi tidak stabil, sakit kepala, nah mulai hati-hati. Segeralah cek lab atau pergi ke dokter. Kembalikan pola makan ke pola makan sehat. Banyak makan sayuran, buah-buahan, dan kalaupun mau minum susu , minum yang non kolesterol. Menurut penelitian, mengkonsumsi jahe secara teratur dapat menormalkan kadar kolesterol dan gula darah. Jahe juga dapat membantu untuk mengurangi pembentukan gumpalan darah dan tekanan darah tinggi.

Kalau saya suka minum jahe karena menghangatkan badan. Membuat minuman jahe juga gampang. Ini, ya :

  1. Cuci bersih jahe, lalu dibakar agar mengeluarkan aroma
  2. Bersihkan kulit jahe yang terbakar, lalu iris pipih
  3. Rebus jahe beserta gula merah
  4. Bisa tambahkan kayu manis dan cengkeh
  5. Saring air rebusan jahe, air jahe siap dinikmati

 

Gampang, kan ?

Lebih gampang lagi kalau kita seduh jahe dari kemasan Herbadrink Sari Jahe. Pemalas, ya ? ha ha .. enggak kok, ini atas nama kepraktisan dan penghematan waktu. Rasanya sama saja nikmatnya. Baik air jahe buatan kita sendiri ataupun dari kemasan Herbadrink Sari Jahe dapat ditambahkan susu biar makin mantab.

 


Herbadrink Sari Jahe

 

Eh ini saya keterusan membahas herbal yang gampang ditemui di Nusantara ini dan memang banyak manfaatnya. Ada satu lagi tanaman yang jaman dahulu sering dipakai mainan anak-anak untuk digosok-gosok ke rambut. Konon katanya kalau rambut kita dikasih gel dari batang lidah buaya, rambut kita bakalan hitam mengkilat. Bukti nyatanya, banyak banget shampoo yang menggunakan lidah buaya sebagai bahan utamanya.

Selain untuk rambut, lidah buaya juga banyak manfaatnya, seperti :

Menyembuhkan ruam dan iritasi kulit

Mengobati luka bakar

Menyembuhkan luka

Mengobati sembelit

Membantu system pencernaan

Meningkatkan system kekebalan tubuh

Antioksidan dan mengurangi peradangan

Informasi ini saya ambil dari laman Meetdoctor.

 

Kalau kita kekurangan sayuran atau buah-buahan biasanya mengakibatkan sembelit serta terganggunya pencernaan. Coba saja mengkonsumsi lidah buaya. Bukan dengan diusap-usap ke perut, yaa … tapi dijadikan minuman. Kalau geli-geli dengan gel batang lidah buaya, simpelnya buat minuman dari Herbadrink Lidah Buaya, toh manfaatnya sama saja.

 


 

Kenapa saya begitu setia dengan Herbadrink, pasti ada alasannya. Karena Herbadrink merupakan minuman herbal alami yang dibuat berdasarkan resep tradisional Indonesia. Herbadrink diproses menggunakan teknologi modern dengan tetap mempertahankan manfaat alaminya. Kemasan tinggal seduh, bersih, praktis, higienis, tanpa bahan pengawet dan tanpa endapan dengan rasa yang enak dan segar.

Harapan saya di tahun 2018 yang tinggal dua bulan ini bisa benar-benar digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat. Jaga kesehatan fisik dan jaga kesehatan batin. Jangan lupa selalu berbahagia. Waktu memang berlalu dengan cepat, kita hanya perlu mengerjakan pekerjaan kita sesuai jadual.

Tapi mungkin ada keinginan agar waktu berlalu tidak terlalu cepat ? Bisa saja dengan mengkondisikan cara berfikir kita. Caranya bukan dengan menekan pedal rem kehidupan biar detik berjalan lebih lambat dari Standar Internasional ….ayaya…. tapi manfaatkan setiap detiknya dengan belajar hal-hal baru ,berani untuk keluar dari rutinitas. Dan yang paling penting adalah hargai setiap waktu kita,karena dia tidak akan kembali.

Advertisements

Susah Wefie dengan Presiden ? .. Gini Nih Caranya ..

Lagi viral nih Bona yang bertelanjang dada pengejar Pak Jokowi yang sedang naik motor. Katanya sih Bona pingin peluk Pak Jokowi, tapi apa daya cuma bisa menggapai tangannya saja. Sebegitunyakah pingin bersentuhan dengan Pak Presiden ? … Ya apa lagi yang bisa diungkapkan rakyat cilik yang tulus ikhlas ketika dihadapkan pada kesempatan bertemu dengan Presiden. Menyentuh tangannya saja sudah jadi prestasi dan dikenang sepanjang masa.

Saya jadi pingin cerita ketika berkesempatan foto wefie dangan Pak Presiden.

Ini respon dari teman-teman saya waktu kesempatan itu datang kepada saya.

Hahh ??? Elu foto selfie sama Jokowi ??
Kok bisa ?
Kapan ?
Jangan-jangan pake aplikasi, nih …

Haa…hebooh deh tanggapan teman-teman yang melihat foto saya dengan Pak Presiden Jokowi. Ya ribut, lah pasti. Siapa gue ? Kaum pribumi proletar akar rumput yang gak ada prestasi apa-apa kok bisa-bisanya berfoto dengan Bapak Presiden. Mana pake bajunya resmi banget. Presiden pakai jas, dan saya pakai kebaya. Jadi wajar aja teman-teman saya menyangsikan bukti otentik berupa foto  ibu cantik dengan Presiden …. #wkwk

Kejadiannya beberapa bulan yang lalu saya dapat undangan perkawinan anak dari tetangga kami di kompleks. Kalau dapat undangan, sedapat mungkin kami hadir meskipun lokasinya lumayanlah dari rumah. Undangan jam 19.00 itu serba nanggung karena kalau berangkat dari rumah setelah magrib, belum tentu sampai sana tepat waktu. Di jalan yang mengarah ke lokasi-lokasi resepsi biasanya padat. Oke, jalanan lancar, tapi pas nyari parkir bisa satu jam sendiri ! Jadi kalau berangkat setelah magrib, pastinya nggak keburu. Mengukur-ukur waktu dan berdasarkan pengalaman beberapa kali undangan resepsi, saya dan suami sudah keluar dari siang untuk pergi ke suatu tempat, sembari bawa baju ganti untuk resepsi. Nantinya kami bisa ganti di mall atau masjid dekat tempat resepsi aja biar gak telat datangnya.

Memenuhi undangan resepsi itu memang perlu niat dan tenaga. Sering kejadian kita sudah macet-macet di jalanan, susah nyari tempat parkir kendaraan, sampai di lokasi meski belum telat tapi tempat saji makanan sudah ditutup karena memang sudah habis,sementara waktu makan siang atau malam sudah lewat. Buat yang ada rencana mengadakan resepsi pernikahan dipikirin deh masalah-masalah seperti ini. Kalau nyebar undangan 1000 , ya jangan pesan makanan 2000 porsi. Jangan hitung satu undangan buat dua orang saja, tapi coba dipikirkan dan dihitung undangan yang dilempar ke grup-grup whatsapp, undangan ke angkatan sekolah maupun ke tempat kerja yang biasanya satu undangan buat royokan 20 orang atau lebih.

Alhamdulilah acara resepsi kemarin itu makanannya enak-enak. Ada Salmon Gratin with Roasted Potato yang enak banget. Disusul dengan Lidah Sapi Sambal Matah yang dimakan bersama dengan nasi Jepang. Meski tamu begitu melimpah, tapi makanan masih banyak saja. Saya kemudian menikmati Beef Stroganoff yang rasanya mantab. Beef yang dipotong tipis dengan segaris lemak disajikan bersama dengan mashed potato dengan porsi yang pas.

Tiba-tiba suami saya menunjuk ke arah panggung.

“Itu Pak Jokowi lagi foto !”

Ah yang bener, kata saya sembari meneruskan menyantap Beef Stroganoff. Tapi mata saya juga mencari-cari jawaban, apakah benar itu Pak Presiden. Dan, eeitt …ternyata benar!!

Jadi dialah jawaban kenapa tadi ketika sedang isi buku tamu,  kata petugasnya saya antri di antrian VIP , yang mana karena saya bukan VIP jadi saya diminta pindah jalur ke jalur tamu umum. Hmm… saya agak-agak gerah tuh  timbang undangan kawinan aja dibedain VIP dan umum. Memang saya lihat ada beberapa tokoh nasional datang, tapi kan kita bukan dalam acara kenegaraan pake dibedain VIP atau umum, yee kan ? Tapi saya sama sekali nggak nyangka kalau Presiden akan datang.

“Ayo kita foto sama sama dia !” kata saya sembari tergesa menghabiskan suapan terakhir Mashed Potato yang lembut yang sedikit tercampur dengan bumbu Beef Stroganoff. Sayang soalnya kalau nggak dihabiskan.

Tapi sepertinya jauh panggang dari api. Setelah Pak Jokowi salaman dan foto bersama dengan pengantin, beliau dan rombongan turun dari panggung dan berjalan ke sayap kanan gedung resepsi. Dari jauh saya lihat seketika orang-orang mengerubungi dan mengajak berfoto bersama. Wah, sepertinya nggak mungkin saya bisa tembus di kerumunan itu lalu berfoto anteng sambil berjabat tangan dan senyum manis dengan Presiden.

Saya lalu mengajak suami untuk salaman dengan pengantin. Dengan begitu kami bisa berada di sayap kanan gedung setelah turun dari panggung. Dari jauh saya lihat Presiden masuk ke ruang makan VIP. Saya berharap dia makan agak banyakan di situ. Siapa tahu ada yang bisikin Presiden kalau Lidah Sambal Matah-nya enak banget dan beliau nambah makannya.

Setelah salaman dengan pengantin dan orang tua, kami lalu turun dan berjalan ke arah ruang makan VIP. Tidak lama Presiden keluar dari area ruang makan VIP. Semua berjalan sesuai rencana sampai tiba-tiba di depan saya sudah ada dua orang Paspampres yang menghalangi jalan dan pandangan saya ke arah Presiden. Jadi posisi sekarang saya ada di barisan belakang Presiden, dan tak sedetikpun Presiden melihat ke belakang. Melihat keadaan seperti itu saya lalu mengubah strategi.

Presiden pasti akan berjalan sepanjang karpet merah. Saya menarik tangan suami untuk pindah ke dekat pintu keluar yang agak longgar dari orang-orang yang ingin bersalaman dan berfoto dengan Presiden. Dengan segala upaya saya dapat posisi pas di pintu keluar. Di posisi itu saya optimis Pak Presiden bakalan ngajakin saya salaman.

Seorang Paspampres yang ganteng yang kebetulan mengatur di dekat saya bilang kalau  mau salaman tinggal bilang aja, ntar biasanya Presiden akan mengulurkan tangan. Dia juga bilang kalau ada petugas yang membantu ambil foto.

Eh ya, saya kasih tau ya, Paspampres yang ganteng itu bukan cuma yang ngomong sama saya, tapi rata-rata Paspampres ganteng-ganteng amat , lho. Badannya sih bukan model body guard, tapi kerenlah. Jadi kalo nggak sempet foto ama Presiden, foto ama Paspampres bolehlah…. #emakcentilmodeon

Posisi Presiden lima meter dari tempat saya berdiri ketika tiba-tiba Paspampres yang lain membentuk pagar betis di depan saya. Duelaahh … udah geer mau didatengin Presiden, ini masih aja dihalangi. Tapi saya salut dengan cara kerja Paspampres yang seamless. Presiden seperti tidak berjarak dengan orang-orang, tapi tetap terjaga.

Detik-detik itupun tiba. Presiden berjarak tidak sampai setengah meter dengan saya. Mengikuti petunjuk Mas Paspampres Ganteng, saya memanggil Pak Presiden. Nggak disangka, suara saya yang beradu dengan gemuruh kebisingan Gedung dan suara gending Jawa, terdengar oleh Presiden. Presiden memandang ke arah saya dan menyambut uluran tangan saya, sementara lengan Paspampres dengan kokohnya tetap menghalangi saya. Oh… pleaasse ..maass …

Tiba-tiba Pak Presiden menepuk pundak Mas Paspamres di depan saya itu sembari berkata ,” Sudah ..sudah ..”

Mas Paspampres melonggarkan lengannya lalu memperbolehkan saya berdiri di sisi Presiden dengan pose seperti dalam foto ini. Seorang Paspamres yang satu lagi yang meminta handphone saya untuk membantu ambil foto. Sengaja aplikasi camera sudah saya siapkan, dengan sedikit deg-degan karena batere HP saya tinggal 4%. Dua kali dia ambil foto dengan hasil yang bagus sekali.

Wow … Nggak bisa ngomong apa-apa, apalagi minta sepeda. Untungnya senyum dengan otomatis tersungging dengan iklasnya dan terabadikan dalam dua frame foto. Saya hanya bisa bilang terimakasih. Juga terimakasih buat Mas Paspampres. Ini pertemuan ke-3 dengan Jokowi, setelah ‘pertemuan’ sebelumnya saya cuma bisa lihat beliau dari jauh. Presiden dengan sangat sabar melanjutkan foto-foto dengan undangan yang lain satu per satu.

Pawai Kemenangan Jokowi-JK

041018_0525_SusahWefied9.jpg

Acara Parade Raja-raja Nusantara

Tak ada niat lagi untuk mengambil Sate Lilit, Sambal Matah dan Lawar yang ada di meja hidangan utama. Chocolate Fountain dan sate buah berry dan anggur segarpun tidak menarik perhatian saya lagi. Saya cuma perlu segelas air putih setelah usaha mendapatkan foto dengan Presiden terpenuhi. Energi saya terkuras malam itu sampai tidak menghiraukan pejabat-pejabat lain yang kemungkinan pingin foto juga dengan saya. Yes, malam itu luar biasa. Euforia bersalaman dengan Presiden masih melekat di senyum saya dalam beberapa hari ke depan.

Jadi kalau di tivi masyarakat berkesempatan dekat dengan Presiden dan berebut bersalaman dengan Presiden, di acara resepsi perkawinan kemarinpun begitu adanya.

Sampai seorang tetangga yang hadir berkata ,” Bukan main … ngalah-ngalahin mau nyium Hajar Aswad, ya ..”

ASUS AMD – Laptop for Everyone. Pilih Laptop Sesuai Kebutuhan

 

asus-amd-laptop-for-everyone-blog-competition-1

 

Jakarta, awal Mei 1999

Suhu politik di Indonesia, khususnya Jakarta di bulan Mei sedang panas-panasnya. Reformasi sedang bergulir ke arah yang waktu itu kami tidak tahu ke mana.  Setiap hari warga mendapat kejutan-kejutan peristiwa yang kelak di masa datang menjadi milestone sejarah Bangsa Indonesia. Keputusan-keputusan yang dibuat penguasa waktu itu serupa taruhan apakah Indonesia akan bubar atau malah menjadi besar dan tetap berjaya. Dan saya pada saat itu juga harus membuat keputusan penting dalam hidup saya yang tidak boleh disesali selamanya, Insya Allah.

Saya harus segera mengirimkan undangan pernikahan karena tiga minggu lagi rencana pernikahan kami. Oh Thanks God , akhirnya ada yang mau sama saya. Tidak ada yang menyangka saya akan menikah secepat itu karena nggak pernah ada kabar punya cowo barang satu orangpun.  Waktu itupun saya tidak menyangka akan menikah setelah bertemu calon suami saya beberapa bulan sebelumnya. Sama seperti sejarah Reformasi Indonesia, sejarah hidup sayapun berjalan dengan kejutan-kejutan yang tak terduga. Begitu cepat proses yang terjadi sampai tidak sempat berfikir lama. Seperti Guido yang tetiba tertimpa Dora di film Life is Beautiful lalu segera menikahinya. Seperti itu juga rasanya hidup saya waktu itu. Calon suami saya tertimpa bidadari yang jatuh dari langit. Untunglah berat saya waktu itu masih 40kg…….nggak kayak sekarang …

Kalau bilang rencana pernikahan ini terasa tiba-tiba, memang bisa juga diterima. Sejujurnya kami juga menentukan tanggal pernikahan disesuaikan dengan rencana Pemilu yang akan diadakan bulan Juni 1999. Pokoknya sebelum Juni kami harus sudah menikah. Kenapa begitu ? Karena, dengan Pemilu yang diikuti oleh 48 partai … sekali lagi 48 PARTAI ! .. ini bukanlah peristiwa politik biasa. Segalanya bisa terjadi. Dan antisipasi terbaik dari kami adalah kami harus sudah menikah agar kalau terjadi hal-hal yang genting setelah Pemilu, kami bisa hadapi bersama-sama… uhh huhuyy …  Bisa rasakan dong ya panasnya hawa politik waktu itu sampai-sampai mempengaruhi keputusan kapan harus menikah.

Biar cepat undangan sampai di alamat penerima, saya mengirim undangan lewat Kantor Pos Besar di Lapangan Banteng. Setelah itu kami akan mengurus pembayaran sisa catering lewat ATM. Sampai hari itu, semua proses dan hal-hal yang berhubungan dengan acara pernikahan kami berjalan dengan lancar dan rasanya Allah memberi kemudahan untuk niat baik kami, hingga sampai peristiwa di dalam ruang ATM di depan Kantor Pos Besar.

Pada saat akan transfer uang, mesin ATM memberi notifikasi kalau dana tidak bisa dipindahkan ! Beberapa kali dicoba, tetap tidak bisa. Kami berdua bingung tercenung. Walah ..gimana ini ?? … Saya baru memberi downpayment Rp 500.000 untuk transaksi katering sebesar 15 juta rupiah. Dan sekarang biaya terbesar dari acara pernikahan tidak bisa kami bayar !

Kami kemudian duduk di anak tangga di halaman Kantor Pos menghadap ke Lapangan Banteng .Sebenarnya menikah bagi kami simpel-simpel saja. Andai bisa langsung di KUA ya nggak masalah. Tapi kan … tapi kan … yang menikah memang kami, tapi keluarga besar juga pingin merasakan hari bahagia. Aduh bisa-bisa dibilang pelit deh kalau nikah di KUA aja. Apa kata dunia dan seisinya ?  .. Tapi gimana masalah uang catering ?

Pepohonan di Lapangan Banteng terlihat sangat teduh, semoga dapat meneduhkan hati kami yang bingung bagaimana menyelesaikan masalah keuangan ini. Lalu tiba-tiba calon suami saya mengeluarkan laptop dari tas ransel hijau yang selalu dia bawa.

Katanya, gimana kalau laptop ini dijual ?

Saya kaget ? …Enggak juga. Saya cuma bisa ketawa getir. Bagaimana mungkin dia rela menjual laptop yang sudah jadi istri pertamanya sebelum menikahi saya ? Laptop yang dia pesan semua komponen di dalamnya satu persatu, lalu dia rangkai sendiri ? Laptop yang tidak ada yang bisa menyamai karena memang benar-benar customized dengan spesifikasi yang dia inginkan waktu itu. Kok jadi saya yang nggak rela karena itu satu-satunya harta yang dia punya. Orang IT tanpa laptop, seperti nelayan tanpa jaring. Gimana kerjanya?

Untuk membuat cerita tentang krisis keuangan ini tidak berlarut-larut, kami akhirnya mendapat jalan untuk bisa mentransfer ke katering. Saking semangatnya, yang harusnya tinggal transfer 14,5 juta rupiah karena sudah bayar downpayment, saya malah transfer 15 juta rupiah. Ya sudah, saya bilang ke katering untuk dikonversi ke makanan saja.

Untunglah masalah dana katering tuntas…. uhmmm ada yang tanya laptopnya laku berapa ? .. hehe… Alhamdulilah kami nggak perlu jual laptop. Tentu saja yang punya laptop senang tidak jadi jual laptop.

***

Laptop dalam Kehidupan Kami – Buat Nonton Film

Cerita tentang laptop ini berlanjut yaa, karena mau tidak mau, laptop menjadi salah satu harta terpenting dalam kehidupan kami.  Jadi setelah menikah kami tinggal di kamar kos-kosan di daerah Setiabudi. Kamar bekas garasi itu lumayan besar buat kami berdua. Barang-barangnyapun tidak banyak, hanya ada tempat tidur, lemari baju dan satu set meja kursi saja.  Dan di awal-awal kehidupan rumah tangga, laptop adalah alat kerja merangkap alat hiburan di mana kami bisa menonton VCD atau main game bersama-sama. Maklumlah masa itu kami belum punya televisi dan peralatan entertain lainnya.

Biasanya setiap seminggu sekali kami pergi ke penyewaan VCD di dekat rumah kos. Aduh terasa jadul ya ngomongin nonton lewat VCD. Sesekali saya beli VCD di tukang VCD yang datang ke kantor. Murah beli VCD karena bajakan …huhuhu..Tapi memang sempat pada jamannya penyewaan VCD film naik daun dan mereka juga menyewakan VCD bajakan !! Bayangkan, sudah bajakan disewain pulak !! Maaf yaa … waktu itu kita belum sadar soal film bajakan, mungkin tertutup dengan efek yang membahagiakan, bisa nonton film dengan harga murah, meski kualitasnya yaa gitu deh Smile 

Nonton film di laptop memang menjadi hiburan kami. Dari Matrix, Mummy, Notting Hill juga Titanic yang meski sudah nonton di bioskop tetap saja diulang-ulang nonton film itu. Yah gimana ya kalau emang sudah cinta sama Babang Leo dibawa terus cintanya sampai ke film-film fenomenal dia yang lain. Selain itu, yang paling saya ingat dan sempat saya mention di awal tulisan ini adalah film Life is Beautiful. Film itu benar-benar membuat saya sedih sampai saya nangis sesenggukan meski film sudah selesai beberapa saat. Sedddiiiih banget … dan sebagai pengantin baru dengan kata-kata manis suami saya berusaha menghibur saya supaya berhenti nangisnya. Kayaknya dia sembari nahan ketawa juga , kok bisa nonton fim sampai nangis nggak berhenti-berhenti. Kalau sekarang saya nonton film dan nangis, sepertinya cuma diketawain aja, tuh …

 

Buat Main Game Komputer – Kakak Fachry

Selain untuk nonton, dulu saya juga sesekali menggunakan laptop untuk main game, sekedar untuk menghabiskan waktu luang. Tapi sudah lama saya tidak main game, malah anak saya yang senang sekali main game sampai harus buat peraturan di rumah tentang penggunaan laptop untuk bermain. Harus tahu waktu kapan laptop digunakan untuk bermain kapan untuk belajar. Jangan sampai porsi bermainnya lebih besar daripada porsi belajar.

Game jaman sekarang canggih-canggih. Animasinya benar-benar buat geleng kepala. Gambar-gambarnya sudah mirip seperti di film-film, juga suara yang dikeluarkan keren banget. Jadi game sekarang bukan sekedar menggerak-gerakkan kursor up dan down saja. Banyak tombol-tombol yang berfungsi sebagai controller yang membuat game begitu hidup. Nah, kalau game-nya sudah canggih begitu, tentu saja perlu laptop yang bisa menjalankan game sehingga mendapatkan kualitas gambar dan suara yang memuaskan.

Laptop untuk game biasanya membutuhkan processor yang cepat, RAM yang besar dan tempat penyimpanan file atau hardisk yang memiliki kapasitas besar pula. Yang paling utama dari laptop game adalah VGA (Video Graphic Array) Card yang memiliki kinerja yang bagus.

Tau nggak gimana reaksi gamer kalau dikasih laptop Republic of Game -nya Asus ? Apa mereka akan panik kegirangan ? … Nah ini terjadi sama anak saya yang paling besar yang doyan banget main game. Pada hari ulang tahunnya dia dibelikan laptop Asus ROG, waah orang tuanya diciumin bolak-balik, senang banget dia. Makin khusuk aja nih kalau gitu main game-nya , ya kakak ? hahaha ….

 

DSC09161e

Ini mainnya gelap-gelapan ? .. Nggak sih, cuma mau tunjukin video game di layar laptop ROG Asus.

 

Buat Video Animasi – Afif

Kalau anak saya yang kecil selain suka juga main game di laptopnya (jaman gini ada gak anak-anak laki yang gak suka main game di komputer?) , dia juga suka buat program animasi juga membuat video. Di saat akhir minggu yang harusnya jatah acara keluarga, Afif malah ikutan les animasi. Jadi kalau kami sekeluarga mau pergi di akhir minggu, musti tunggu Afif selesai les animasi, baru bisa jalan.

Afif juga sudah punya laptop Asus sendiri, jadi dia bisa lebih leluasa menjalankan hobinya itu. Dia sudah bisa mengoperasikan beberapa software untuk meng-edit video Malah kalau saya sedang iseng coba-coba buat video, kadang-kadang saya minta tolong Afif untuk fitur-fitur yang tidak saya tahu. Afif biasanya kasih trik untuk beberapa cara pengeditan video. Sayangnya Afif tidak mau upload video ke channel Youtube miliknya padahal video buatannya lucu-lucu.  Etapi ini ada satu hasil kerjaan iseng Afif yang saya upload ke channel Youtube saya. Berhubung gagal upload video di blog jadi saya kasih link-nya aja ya di sini nih  https://youtu.be/EGmynKjZ2yI

 

DSC09084

 

Buat Program Aplikasi/Software  – Bapak

Dari tadi ngomongin laptop buat senang-senang sampai hampir lupa alasan utama membeli laptop, yaitu tentu saja buat bekerja. Selain menggunakan aplikasi-aplikasi umum untuk memproses dokumen pada umumnya, suami saya menggunakan laptop untuk membuat software aplikasi sesuai dengan project yang sedang dikerjakan.

Proses pembuatan perangkat lunak atau software hampir 100% menggunakan komputer atau laptop. Dari proses pembuatan flow chart disain yang diterjemahkan ke bahasa yang dimengerti oleh komputer, melakukan coding serta melakukan testing. Supaya pembuatan software atau proram ini berjalan dengan lancar tentu saja dibutuhkan komputer atau laptop yang powerful, terutama pada saat meng-compile data.

Kebayang kan dulu kalau laptop sempat dijual buat biaya nikah, nanti kerja pakai apa ? …

DSC09046

 

Semua orang yang ada di rumah masing-masing memiliki laptop. Saya juga  sudah punya tentunya. Saya menggunakan laptop biasanya untuk membuat proposal-proposal sesuai dengan pekerjaan saya.Selain buat pekerjaan di kantor, saya biasa menggunakan laptop kantor ini buat menulis blog. Saya juga butuh buat mengumpulkan foto-foto perjalanan saya, serta aplikasi buat mengedit foto maupun video. Itu aja, sih. Simpel banget kan kebutuhkan saya.

Cuma ya nggak enak juga laptop kantor dipakai buat kegiatan yang bersifat personal seperti bikin blog begini ini ….Kayaknya saya butuh laptop buat kebutuhkan pribadi yang tidak nyampur dengan kerjaan kantor. Dan saya lagi ngincer salah satu produk Asus , biar samaan dengan anak-anak saya pakai Asus juga.

Saya lagi menimbang-nimbang, siapa tau dapat rejeki ada yang ngasih saya laptop .. duh cita-cita setinggi langit ..semoga tercapai … Ini saya ngincer ASUS X555QA yang katanya merupakan notebook dengan performa yang mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari. Bolehlah itu jadi kandidat laptop pribadi saya.

Kalau dari spesifikasi yang saya baca, laptop ini menggunakan Processor AMD Quad Core. Processor AMD ini lumayan bagus dan cukup hemat energi. Laptop ini juga sudah dilengkapi dengan sistem operasi WIndows 10. Jadi saya tinggal instal aplikasi-aplikasi yang saya butuhkan saja.

Meskipun utamanya buat nulis-nulis blog dan edit foto, bisalah sekali-kali laptopnya saya gunakan untuk hiburan. Jadi sepertinya saya bisa puas dengan spesifikasi tampilan grafis yang menarik dan audio yang bersertifikasi ASUS SonicMaster. Nonton Youtube kan perlu monitor dengan video graphic yang bagus dan audio yang enak buat didengar. Setuju, kan semua ?

Dan namanya cewe, tampilan atau disain laptop juga jadi salah satu pertimbangan disamping performa dan konektifitas dengan peripheral lainnya. Saya suka tampilan elegan buat perangkat elektronik, dan sepertinya Asus incaran saya ini memenuhi keinginan saya.

Di atas semua itu, apalah arti laptop kalau baterenya kembang kempis ?  Masa kita sudah bawa laptop ke taman buat mengetik tulisan, sampai di sana baterenya habis. Kalau Asus ini menggunakan batere Li-Polymer yang lebih awet 2,5 kali lebih baik dibandingkan dengan batere silinder Li-Ion biasa. Kapasitas batere untuk penggunaan web browsing bisa bertahan sampai dengan 10 jam. Cukup, kan ? Atau berlebih ? Cita-cita saya nggak tinggi-tinggi banget, kan ?

Kalau mau membeli laptop pribadi saya mikirnya pasti lama, ruwet dan muter-muter. Spesifikasi jelas perlu dipertimbangkan. Processor-nya apa ? RAM-nya berapa besar ? Hard disk berapa besar ? Graphic Card-nya pakai apa ? Gimana sound system-nya ? Purna jualnya gimana ? Diskonnya  berapa ? Diskon penting banget ini, tau kan emak-emak modis – modal diskon. Sampai beli laptop-pun mesti diskon. Kalau nggak diskon, ya dapat bonus apa saja. Siapa tahu dapat Asus Mouse Gaming Wireless, yee kaan … Smile …. dan ujung-ujungnya apakah harga yang saya keluarkan sesuai dengan laptop yang akan saya dapatkan. Apakah nggak sia-sia saya nahan-nahan diri buat tidak beli baju baru dan makan di restoran supaya bisa menabung untuk beli laptop pribadi. Semua dipikir matang-matang.

Jaman sekarang, laptop bukanlah barang mewah dilihat dari kegunaannya. Siapapun bisa memiliki laptop sesuai dengan kebutuhan. Kita ingin spesifikasi yang tinggi, tentunya harga juga tinggi. Tinggal kita pikirkan apakah perlu memilikinya. Apakah akan optimal penggunaannya. Kalau uang ada, ya silakan. Tapi produsen juga sudah menyediakan laptop disesuaikan dengan kebutuhan. Semoga kita bisa bijak mengambil keputusan.

 

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

Pulang Kampung Kok Tinggal di Hotel ?

Kursi-kursi sudah disusun rapi, begitu juga tenda sudah dipasang beserta hiasan-hiasan berwarna cerah ketika kami sampai di rumah mertua saya di Makassar. Beberapa orang saudara menyambut kedatangan kami. Koper-koper langsung diturunkan dari taksi dan dibawa masuk ke dalam rumah. Suasana rumah nenek, begitu saya memanggil mertua perempuan, memang meriah hari itu. Bukan cuma keluarga dari Makassar saja yang hadir. Keluarga dari Barru, Mamuju bahkan dari Ogoamas juga sudah hadir. Kami yang dari Jakarta paling terakhir sampai.

Minggu-minggu itu menjadi minggu yang istimewa karena mertua saya hendak mengadakan acara pernikahan adik ipar saya yang paling bungsu. Tinggal dia saja yang belum menikah, jadi semua bergembira menyambut kabar baik ini. Si Kecil yang dulu sering tantrum minta dibelikan mainan kalau diajak jalan-jalan , sekarang sudah jadi arsitek dan meminang teman kuliahnya.

DSC04349

 

DSC04315

Semua orang sibuk mempersiapkan acara. Ibu-ibu berbagi tugas di dapur. Sementara bapak-bapak ada yang membantu membuka kelapa atau memasang hiasan tenda, tapi kebanyakan duduk-duduk ngobrol sembari ngopi. Melepas rindu, sepertinya, eh alasannya.

Entah berapa ekor ayam yang sedang dibersihkan dan dipotong-potong. Tempatnya bukan cuma di baskom, tapi menggunakan ember besar yang biasa untuk mencuci baju. Begitu juga dengan daging sapi, udang, cumi, ikan menunggu untuk diproses. Bawang merah, bawang putih, cabe, daun bawang dan sayuran lainnya disiangi, berkantung-kantung kentang dikupas lalu direndam di dalam ember supaya tidak menghitam. Tidak lupa berdandang-dandang nasi ditanak.

Sebagian tante membuat kue-kue Bugis Makassar yang manis-manis seperti Barongko, Bolu Peca dan Cellak Lenggang. Saya mau tanya ke teman-teman, nih. Tau nggak kenapa kue-kue Bugis Makassar manis-manis ?
Jawabnya ,itu karena untuk menjamu tamu dari Jakarta yang manis. Akuh ini loh tamu yang manis Open-mouthed smile ….Aihh … tapi memang manis adalah perlambang kita menghargai tamu. Tamu diberi makanan manis supaya senang dan tuan rumah tidak pelit dengan gula.  Salah satu kue yang paling ngetop adalah Barongko. Barongko ini terbuat dari pisang yang dihancurkan, santan dan tentu saja gula. Biarpun manis tapi bukan yang termanis.

Ada satu kue yang kelihatan enak yang membuat para tante saling berpandangan dan saling cocok-cocokan jawaban waktu saya tanya apa nama makanan itu. Kue terbuat dari nasi ketan tepatnya yang dimasak dengan santan. Sementara di bagian atas terbuat dari telur dan gula.Tante yang paling dominan, kata lain dari cerewet, bilang namanya Cellak Lenggang atau bisa juga Katri Salang..Ada juga tante yg colek saya sembari bilang namanya Nasi-nasi. Manis ? Sudah jelas ..

Kalau yang satu lagi saya nyerah deh. Jelas kalah manis saya sama dia. Manisnya itu yang bikin hati deg-degan, antara mau ambil lagi atau cukup sampai di sini. Namanya Bolu Peca. Biasa dihidangkan pada saat ada acara2 di keluarga Bugis Makassar. Ini sebenarnya kue bolu biasa saja, yang sudah bisa langsung dimakan…tapi kalau di Makassar makanan ini belum nendang dan belum bisa disebut Bolu Peca sebelum direndam dengan air gula merah yang meresap sampai seluruh kue bolu yg tadinya berwarna putih menjadi cokelat gelap dan tentu saja manis, sampai ujung lidah yang bertugas mengecap rasa manis bilang minta ampun manisnya !

DSC02018

Celak Lenggang

 

DSC02056

Barongko

 

DSC02062

Bolu Peca

===

Kalau banyak saudara ngumpul, yang perlu dipikirkan adalah di mana mereka tidur. Kebetulan rumah mertua saya cukup besar. Ada ruangan yang lumayan besar di lantai atas yang bisa dipakai saudara-saudara beristirahat. Tapi sepertinya tidak cukup longgar buat mereka tidur mengingat saudara-saudara yang datang bisa lebih dari dua puluh orang. Biasanya kami sekeluarga punya satu kamar yang kami pakai kalau menginap di rumah mertua. Tapi kamarnya sekarang dipakai buat kamar pengantin. Kesian deh kami tidak kebagian kamar di rumah sendiri. Kalaupun ikut di kamar bersama saudara-saudara yang lain juga tidak muat lagi.

traveloka

Satu solusi yang paling gampang saya mencari hotel di sekitar rumah mertua. Apa boleh buat tidak menginap di rumah mertua demi saudara-saudara dari jauh. Mencari hotel sekarang bukan hal yang sulit karena kita bisa pakai aplikasi yang ada di telpon genggam ataupun lewat laptop. Salah satu aplikasi yang biasa saya pakai adalah Traveloka. Biasanya saya tunggu hari Senin untuk memesan hotel karena di Traveloka ada menu ProMonday, yaitu harga spesial tiap hari Senin atau Selasa. Sebagai emak-emak penggemar diskon, dengan potongan sampai dengan 80% adalah prestasi buat saya untuk memesan hotel bagus, berbintang dengan harga yang reasonable.

Sebelum memilih hotel, kita bisa membandingkan antara hotel satu dengan hotel lainnya mengenai lokasi, fasilitas hotel, juga ulasan tentang hotel tersebut. Dengan pilihan menginap yang banyak dan cara pembayaran yang beragam sesuai dengan kenyamanan kita, memesan hotel lewat Traveloka buat saya adalah pilihan yang terbaik.

Ada satu lagi fitur dari Traveloka yang bisa jadi bahan pertimbangan yaitu StayGuarantee.  Traveloka memberikan alternatif akomodasi yang sama kualitas atau lebih baik lagi, jika hotel yang kita booking tidak bisa menyediakan kamar sesuai pesanan.Duh, kalo yang ini jangan sampai deh kejadian sama saya. Soalnya bisa kejadian kita sudah pesan, ternyata sesampainya di hotel ada renovasi kamar, misalnya. Traveloka untungnya sudah mengantisipasi hal seperti ini.  Kalaupun kita merasa tidak nyaman di hotel pengganti, kita bisa mengajukan klaim diskon ke Traveloka. Hal-hal seperti ini bisa terjadi sama siapa saja dan kapan saja. Kalau kita tetap tidak menerima penawaran akomodasi pengganti dari Traveloka, kita akan menerima full refund dari harga yang telah kita bayarkan, ditambah dengan kupon diskon 50% dari transaksi. Langkah-langkah claim bisa kita lihat di web Traveloka.

===

Tadinya saya beranggapan, sekurangnyamannya rumah orang tua, kami tetap harus tinggal di rumah mereka jika kami berkunjung. Masa sudah jauh-jauh terbang dari Jakarta ke Makassar, masih juga tinggal di hotel. Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan, atau bisa jadi mengurangi kenyamanan saudara-saudara jauh yang datang di acara pernikahan ini, jadi tak apalah sekali ini kami yang menginap di hotel. Setidaknya hotel yang kami pilih dekat dengan rumah mertua jadi bisa bolak-balik dengan mudah.

Dengan lokasi hotel yang dekat dengan acara , kami tetap tidak ketinggalan acara pengajian, yang tentu saja disertai dengan makan-makan.

DSC02249

DSC02103

 

Satu lagi yang nggak boleh terlupa di rangkaian acara pernikahan Bugis Makassar adalah acara adat Mappaci.  Mappaci ini adalah salah satu rangkaian adat yang musti dilalui oleh pengantin Bugis Makassar sebelum menikah di antara rangkaian acara-acara yang lain seperti tahapan pemilihan jodoh, meminang, mengukuhkan kesepakatan, menyebarkan undangan serta memandikan pengantin. Beberapa kali saya mengikuti acara Mappaci, atau penyucian diri pengantin. Dan rasanya buat saya yang asli Jawa ini, acara Mappaci memang acara yang sarat dengan simbol-simbol di mana dua insan nantinya akan bersatu.

Saya dan suami sebagai kakak dari pengantin juga berkesempatan menorehkan daun pacci atau daun pacar ke telapak tangan pengantin. Kami berdoa untuk kelancaran acara dan doa agar pengantin dapat menjalankan pernikahan sampai maut memisahkan, sembari berbisik kepada pengantin,

“Nanti kalau pergi bulan madu, biar gampang pesan saja hotel dan pesawat lewat Traveloka Smile

DSC02616

Tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan pada Kontes Blog #JadiBisa dengan Traveloka.

Menyelusuri Kisah Prasejarah di Leang-Leang , Maros, Sulawesi Selatan

Meski berulang kali pergi ke Makassar dan hampir selalu disambut dengan udara panas menyengat, saya tidak pernah bosan dengan kota Makassar. Makassar memiliki aura yang bisa menarik kita untuk menyelusuri satu per satu tempat-tempat wisata yang dapat meninggalkan kesan mendalam. Dari tempat-tempat bersejarah yang berhubungan dengan perjuangan para patriot Nusantara untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, wisata alam dari pegunungan sampai bawah laut Sulawesi Selatan yang terkenal cantik, juga wisata kuliner Makassar yang terkenal lezat dan membuat ketagihan. Continue reading “Menyelusuri Kisah Prasejarah di Leang-Leang , Maros, Sulawesi Selatan”

Review (Nyaris) Lengkap Jalan-jalan ke Bali

 

Bagian II. UBUD FOOD FESTIVAL

Sudah berbulan-bulan sebelum Ubud Food Festival kami membicarakan tentang acara ini. Kami ini adalah saya dan teman-teman saya yang tergabung dalam Indonesian Food Blogger. Sesuai namanya, aktifitas kami nggak jauh-jauh yang berurusan dengan makanan. Dari masak made in our own dapur, nyobain resep-resep yang lagi hits, ikutan lomba blog atau instagram yang berhubungan dengan makanan, belajar food photography dan food stylist sampai review produk makanan maupun restoran.

Continue reading “Review (Nyaris) Lengkap Jalan-jalan ke Bali”

Review (Nyaris) Lengkap Jalan-jalan ke Bali

Bagian I – Review Hotel Best Western Kuta Villa

 

Pasti ada orang yang sering banget ke Bali. Tapi nggak menutup kemungkinan ada orang yang belum pernah sama sekali ke Bali dan pingin ke Bali. Kalau buat saya, Bali itu tempat yang bikin kangen pingin dateng lagi ke sana berulang-ulang. Suasana liburan langsung terasa sejak dari bandara di Jakarta, apalagi setelah menginjak Bandara Ngurah Rai …liburan…liburan…liburan …itu aja yang ada di kepala kita. Apalagi ketemu turis-turis mancanegara yang berseliweran sana-sini. Continue reading “Review (Nyaris) Lengkap Jalan-jalan ke Bali”